Tidak pulang beraya

“Sementara ibu dan ayah masih ada, balikla beraya. Nanti dah tak ade baru terasa…”

“Mak ayah berharap sangat kita balik masa raya…”

“Kita kena cium tangan mak ayah kita pagi raya la…”

“Jangan jadi anak derhaka…”

Hari ini di makmal saya telah ditembak sepejabat dari segenap penjuru dek kerana mengambil keputusan untuk tidak pulang ke seberang sana berhari raya bersama keluarga.

Saya akui, bahawa apa yang mereka katakan seperti yang saya tulis di atas adalah benar belaka.

Saya cuba membawa mereka untuk memikirkan tentang orang-orang lain yang terpaksa bekerja di hari raya seperti para doktor. Namun sudahnya, saya kena tembak lagi.

Oleh sebab itu, saya memilih untuk berdiam diri sahaja. Keputusan untuk tidak pulang berhari raya pada tahun ini telah lama dibuat. Saya tidak sesekali menyesal atau akan bersedih atau berasa bersalah. Ibu dan ayah telah saya maklumi lebih awal dan mereka faham.

Sesungguhnya setiap orang memandang sesuatu dengan cara yang berbeza. baik bagi kita belum tentu lagi baik bagi orang lain.

Dalam keadaan di mana pertentangan nilai yang kita pegang dan pendapat yang kita junjung adalah di antara yang benar dengan yang benar, maka berlapang dadalah juka nilai yang kita pegang dan pendapat yang kita junjung itu tidak turut dipegang dan dijunjung oleh orang lain.

Lagipun bukan setiap tahun saya tidak pulang beraya. Tahun ini adalah yang pertama kali dan dengan izin Allah SWT, tahun hadapan saya akan pulang beraya.

Buat kalian yang pulang beraya, saya doakan kalian selamat pulang dan selamat kembali.

Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: